Mengapa Allah Menggunakan Kata “Kami” dalam Al Quran? Ini Jawaban Dr Zakir Naik


Dr Zakir Naik menjelaskan kata Nahnu dalam Al Quran (ilustrasi)

Mengapa Allah menggunakan kata “nahnu” yang berarti “kami” dalam Al Quran? Padahal “nahnu” atau “kami” adalah

plural (jamak).

Pertanyaan ini sering ditanyakan oleh misionaris untuk menimbulkan keraguan. Kadang pertanyaan ini juga menimbulkan

kebingungan bagi muslim awam maupun non-muslim yang ingin bersyahadat.

Dr Zakir Naik memiliki jawaban yang bagus. Mengapa Allah menggunakan kata “kami” dalam Al Qur’an?

Pakar perbandingan agama itu menjelaskan bahwa ada dua bentuk plural. Yang pertama adalah plural of number dan yang

kedua adalah plural of respect atau royal plural.

“Di dalam bahasa Arab, Ibrani dan Semantik, terdapat dua jenis plural (jamak). Dalam hampir semua bahasa termasuk

juga dalam bahasa Inggris. Pertama adalah plural of number (jamak dari jumlah) dan kedua adalah plural of respect

(jamak penghormatan),” terang Dr Zakir Naik sewaktu menjawab salah satu pertanyaan di Stadion Patriot, Bekasi,

Sabtu (8/4/2017) malam.

Dr Zakir Naik mencontohkan, ketika Ratu Inggris berbicara, ia mengatakan “kita ingin melihat” tidak mengatakan

“saya ingin melihat.”

“Jadi ini bukan plural of numbertetapi ini adalah plural of respect. Jadi ketika Allah berfirman dalam Al Qur’an

menggunakan “nahnu” itu artinya royal plural,” tandasnya. [Muchlisin BK/Zakir-Naik.net]

***

Dr Zakir Naik memiliki nama asli Zakir Abdul Karim Naik. Ia lahir di Mumbai, India, pada 18 Oktober 1965. Zakir

Naik menempuh pendidikan di Kishinchand Chellaram College, Topiwala National Medical College & BYL Nair Charitable

Hospital, dan University of Mumbai.

Setelah menjadi dokter yang semula dipandangnya sebagai profesi terbaik, Dr Zakir Naik mendapati bahwa menjadi dai

adalah pilihan yang lebih baik. Mencerahkan umat, menunjukkan kepada kebenaran dan mengajak manusia untuk masuk

Islam.

Dr Zakir naik pun kemudian menjadi dai. Ia menggeluti perbandingan agama dan menjadi penceramah yang piawai

menjelaskan Islam dan berbagai agama. Dengan ditopang hafalan Al Quran, Bibel, dan sejumlah kitab suci beberapa

agama, kedudukan Zakir Naik semakin kokoh. Ia menjadi penerus Syaikh Ahmad Deedat, bahkan dinilai memiliki

keunggulan lebih, khususnya dalam mengajak non-muslim bersyahadat dalam forum-forum ceramahnya. Ribuan orang telah

masuk Islam setelah mendengar ceramah dan jawaban-jawaban Dr Zakir Naik.

Zakir-Naik.net merupakan usaha kecil untuk berbagi dakwah Dr Zakir Naik di Indonesia. Berbahasa Indonesia, situs

ini berisikan ceramah dan jawaban Dr Zakir Naik. Juga tulisan-tulisan yang mengutip ceramahnya.[]

sumber:Islam

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat e-mel anda tidak akan disiarkan. Medan diperlukan ditanda dengan *